Sabtu, 10 September 2011

PELET MUHABBAH SULTHONIYAH

Assalamu’alaikum, salam hormat takdzim dan menjura dalam kepada Ki Wong Alus, Sang Rektor KWA. Perkenankanlah saya memberikan ijazah MAHABBAH SULTHONIYAH yang sudah lama saya janjikan kepada panjenengan dan para sedulur yang membutuhkan.
MAHABBAH SULTHONIYAH adalah sebuah amalan mahabbah umum agar dicintai orang banyak dan diberi kewibawaan. Digunakan ketika akan tampil di muka umum seperti berpidato bg Muballigh,mengajar bg Guru atau Ustadz, bercakap cakap dg siapapun.
Pengamalnya dg izin ALLAH akan mudah menyampaikan maksudnya, didengarkan, dicintai, dan dijaga dr hal hal yg tidak pas atau merugikan diri sendiri. Mengapa disebut SULTHONIYAH yg berarti KESULTANAN atau KERAJAAN karena ilmu seperti ini sangat dibutuhkan bg para pemimpin khususnya SULTAN atau RAJA agar selalu dicintai rakyatnya. Alasan kedua, karena adanya lafadz SULTHON dalam ayat yg diamalkan.
AMALAN MAHABBAH SULTHONIYAH:
Berpuasa biasa selama seminggu, mutih lebih baik. Selama puasa mewiridkan ayat MAHABBAH SULTHONIYAH 7X setelah sholat lima waktu. Setelah selesai puasa dilanjutkan terus amalannya secara istiqomah selamanya. Minimal setelah subuh dan maghrib. Berikut wiridnya:
1. Hadiah alfatihah masing2 satu kali kepada NABI MUHAMMAD SAW, NABI IBROHIM AS, NABI ISMA’IL AS, NABI DAWUD AS, NABI SULAIMAN AS, NABI YUSUF AS, PARA NABI DAN ROSUL, PARA MALAIKAT KHUSUSNYA JIBRIL MIKAIL ISROFIL ‘IZROIL, SEMUA SAHABAT NABI KHUSUS ABU BAKAR ‘UMAR BIN KHOTOB UTSMAN BIN AFFAN ALIBIN ABI THOLIB, SYEKH ‘ABDUL QODIR AL JAILANI, WALI SONGO, ABI WA UMI, K YUSUF DAWUD KEDIRI, MAN AJAZANI, ORANG ORANG YANG DIHADAPI ATAU DITUJU
2. Membaca ayat MAHABBAH SULTHONIYAH, yakni surat Bani Isra’il/Al Isra’, juz 15, ayat 80:
WA QUR ROBBI ADKHILNII MUDKHOLA SHIDQIW WA AKHRIJNII MUKHROJA SHIDQIW WAJ’AL LII MIL LADUNGKA SHULTHOONAN NASHIIROO 7X
Amalan diatas saya dapat dari K YUSUF DAWUD, pengasuh PP TARBIYATUL QUR’AN KEDIRI. Beliau jg merupakan sesepuh JAM’IYYATUL QURRO’ WAL HUFFADZ TK NASIONAL INDONESIA.
Saya sendiri jg selalu mengamalkan wirid tersebut. Dan saya ajarkan pada santri santri yg belajar di pesantren kami. Mudah mudahan manfa’at dan barokah..
Wassalamu’alaikum wr wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar